بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمـَنِ الرَّحِيمِ
Sering, ungkapan ‘nak buat macamana dah, aku dah jatuh cinta!’ menjadi alasan untuk meneruskan episode berkasih-kasihan dengan pasangan cinta kita. Seolah-olahnya, ‘sudah jatuh cinta’ itu menjadi tiket untuk wewenang berbuat apa saja. Walaupun kolam cinta yang dia terjatuh ke dalamnya itu adalah kolam cinta nafsu yang terlarang.
Umpama bila kita terjatuh ke dalam longkang yang busuk. Adakah kita akan terus berendam di dalamnya semata-mata kerana kita sudah terjatuh ke dalamnya? Tidakkah seharusnya kita berusaha untuk keluar darinya, setelah kita menyedari bahwa kolam yang kita sangka bersih itu tadi adalah longkang yang busuk di sisi pembuatnya?






