ZIKRULLAH DALAM TRAIN?

Seorang pelajar sekolah menengah berbaju batik sekolah, walau tak sama batiknya dengan ku, tapi aku juga berpakaian kemeja batik sekolahku sendiri…dia berkupiah, sedang aku yg sepatutnya bersongkok, telah ku tanggalkan dari kepala sebelum meninggalkan sekolah untuk cuti akhir tahun ni.


Pelajar tadi kelihatannya seperti tidak menghiraukan sesiapa disekelilingnya, busy dengan kegiatan sendiri yang aku sendiri tak berapa pasti apa, dek kerana padatnya coach yg kami naiki.
Selepas beberapa stesen dilepasi, coach pun makin lengang , maka jelaslah pada ku apa yang dilakukan oleh rakan sebaya ku yg entah dari sekolah mana pun aku tak tau.Rupa2nya dia sibuk dengan tasbih berzikir menghabiskan waktu sepanjang perjalanan dari ktm seremban ke KL.
Maka aku jadi malu sendiri, kerana selama 1 jam lebih itu, aku sibuk memerhatikan orang dan suasana sekeliling, sedang remaja sebaya aku itu menyibukkan diri berzikir kepada Allah tanpa membazirkan waktu dgn percuma. Alangkah baiknya kalau aku juga mampu seperti dia sedari tadi, fikirku sendiri menyesali dan terasa malu sendiri.
Siapa kata remaja sekarang rosak akhlaknya, walaupun rata rata memang kelihatannya cukup ramai remaja yg bermasalah di luar sana, tapi yg bermasalah itu kebanyakannya memang melepak dan menzahirkan diri mereka dgn masalah.Walhal, ada juga remaja yg hebat tetapi duduk dlm keadaan ‘low profile’ seperti sidia tadi, dan bagi mereka yg hatinya masih ‘hidup’, aku kira pasti dapat menghargai contoh yg ditunjukkan remaja tadi sekadar mengingatkan org sekeliling bahwa masa yg berlalu itu, jgn dibiarkan sia-sia saja.
Kdg2 bila diperhatikan, berjam-jam masa kita habiskan dgn melalak menyanyi dalam kereta, atau termenung sana sini dalam bas atau keretapi, perhati sekeliling sambil mengutuk mengumpat dalam hati, lalu timbullah rasa riya’ atau ujub dalam diri, sedangkan lebih menguntungkan kita kalau masa itu digunakan dgn zikir dan doa pada Allah, atau setidak tidaknya pun, kita tidur bila dah keletihan, maka jadilah kita umpama ‘sambil menyelam minum air’. Akhirnya kita sampai juga ke destinasi, tapi dalam masa yg sama, lidah mendapat pahala berzikir padaNya.Orang sekarang kata dgn istilah ‘2-in-1’.

ITULAH KOMEN ANAK BUJANG KU SEWAKTU DALAM PERJALANAN PULANG BERCUTI AKHIR TAHUN PERSEKOLAHAN LEPAS…. Syukurlah, setidak2nya dia kagum pada teman yang istaqamah tu, semoga memberi motivasi padanya memperbaiki diri, insyaAllah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s