Ibu

mak bersama 3 anak dan keluarga masing2
Ibu – nyanyian New Sakha

Sebening, tetesan embun pagi
Secerah sinarnya mentari
Bilaku tatap wajahmu ibu
Ada kehangatan di dalam hatiku
Air wudhu selalu membasahimu
Ayat suci selalu dikumandangkan
Suara lembut penuh keluh dan kesah
Berdoa untuk putera puterinya
Oh Ibuku, engkaulah wanita
Yang ku cinta selama hidupku
Maafkan anakmu bila ada salah
Pengorbananmu tanpa balas jasa
Ya Allah, ampuni dosanya
Sayangilah seperti menyayangiku
Merilah dia kebahagiaan
Di dunia dan akhirat sana

Pertama kali terdengar lagu ni, melalui sebuah blog teman, ana sangat tersentuh. Terus wajah mak tergambar diruang mata. Mak yang sudah pun memasuki usia 70 tahunnya pada 5 Jan lepas. Dalam usia nya yang sebegitu pun, mak tetap mahu tinggal di rumahnya sendiri. Berbagai alasan yang mak berikan tiap kali anak-anak mengajaknya tinggal bersama. Kami tahu mak kurang selesa tinggal bersama kami, ye lah dengan kerenah cucu-cucu, mak lebih selesa tinggal sendirian bila dia merasa tenang beribadat tanpa gangguan. Apa lagi yang boleh kami buat, tak kan nak ‘kidnap’ mak!!!

Namun doa kami sentiasa mengiringi mak, yang walaupun fizikalnya masih gagah, tapi ingatannya kian susut. Sudah menjadi kebiasaan mak untuk tidak menonton TV sejak 15 tahun lebih. Kalau anak-anak balik, masa tulah TV di rumah mak menyala. Mak lebih senang mendengar radio IKIM, katanya. Sudahlah mak tak tengok TV, duduk bersembang dengan jiran2 pun, mak tak berkenan, banyak bercerita pasal orang katanya. Masa mak memang banyak habis dengan bersendirian di rumah, tiap kali waktu solat maghrib, isya dan subuh, mak pasti memandu sendiri ke masjid di kampung mak. Pahala banyak bila solat berjamaah waktu-waktu tu, mak selalu mengingatkan…
Sedihnya, bila dalam usia sebegitu pun, mak masih difitnah. Mak dilarang oleh segelintir jemaah setempat mak dari bersolat di masjid. Namun kedegilan mak tetap menbal, mak rujuk pada pak ustaz katanya, semua sarankan mak pergi…so, mak pergilah! Dari mak solat sendiri di rumah dapat satu pahala, berjamaah di masjid, mak dapat 27, terangnya pada kami. Maka itulah kawan-kawan mak, mereka yang sama-sama ke masjid. Waktu di masjid sajalah mak akan berinteraksi dengan orang lain, selebihnya masa mak habiskan di rumah dengan mengaji dan mengaji…subhanallah, memang itulah rutin mak tiap hari.
Kini, ingatan mak semakin memburuk, bila ditanya pada doktor, kurangnya mak berinteraksi adalah antara sebab mak lupa banyak benda. Ingatan mak hanya kuat berkisar tentang soal-soal solat dan mengaji, sesuatu yang dia sangat peka dan ambil berat. Kalau bertandang ke rumah kami pun, mak selalu tanya “dah masuk waktu belum?”…sejak abah tak ada, mak memang banyak mengaji… Allahuakbar!
Makanya bila ku teliti lirik lagu IBU tadi betul-betul, memang itulah mak. Air wudhu selalu membasahinya, ayat-ayat suci Al Quranul Karim selalu berkumandang di mana saja ibu berada. Tempat ibu banyak dihabiskan di atas sejadah, melakukan solat sunat satu demi satu… air mata selalu membasahi pipi kedut mak, “takut Allah tak ampunkan dosa-dosa mak masa mak jahil dulu-dulu,” katanya. Ana sangat-sangat terharu.Lalu ana membayangkan, adakah bila anak-anakku mendengar lagi IBU tadi, mereka akan terus tergambarkan ana sebagaimana lirik lagu tersebut. Mak menpati lirik lagu tadi, maka ana terus terkenangkan mak, tapi samakah nasib ana dengan anak-anak ana pulak..?
Insaf diri ana bila ingat semua nih..Ana bimbang anak-anak tak merasai apa yang ana rasa terhadap mak, lantaran kurangnya ana mengumandangkan AlQuran, lantaran kurangnya ana dalam keadaan bersuci. Padahal itulah saranan Rasulullah saw pada umatnya…perbanyakan amalan-amalan yang akan menyucikan kita bukan saja secara zahirnya (dengan wudhu) tetapi juga secara batinnya dengan solat dan zikrullah… semoga Allah beri kita kekuatan.
Setiap kali ana dengar lagu ni, ana meletak diri ana sebelah mak… semoga apa yang ana rasa tentang mak, akan anak-anak rasa tentang ana jua…Mudah2an Allah beri kekuatan pada ana untuk tertap berbakti pada mak dan mencontohi kegigihan mak untuk mendekatkan diri pada Allah, ameen.
Ya Allah,
Sayangilah mak sepertimana mak menyayangiku sewaktu kecil,
Ampunilah dosanya dan golongkanlah dia dalam golongan hamba2Mu yang sentiasa mendapat taufiq dan hidayahMu, serta rahmat dan redhaMu, ameen Ya Allah.Ameen ya Rabbal ‘alamin.
Maafkan segala kesalahan along pada mak…

3 thoughts on “Ibu

  1. InsyaAllah, bila akak dah seusia mak akak,dah tak sesibuk sekarang mengurusi suami dan anak-anak, akak juga akan ada banyak masa untuk semua tu. Saya doakan semoga akak juga akan dikenang anak-anak sebagaimana akak kenang mak akak sekarang.

  2. dun worry…
    u have taught ur children very well…
    i knew each one of them,and i had heard good things about u that u never hear directly from them…
    ur children remember u all the time….
    one of them,staying in a hostel,always cried alone when thinking bout u…
    he misses u all the time…
    he is studying like he never did before in school…
    i believe,someday…
    he and his other siblings will take care of u as best as they can…
    just ave faith in ur children..
    may Allah bless u,Mom…

  3. dun worry…
    u have taught ur children very well…
    i knew each one of them,and i had heard good things about u that u never hear directly from them…
    ur children remember u all the time….
    one of them,staying in a hostel,always cried alone when thinking bout u…
    he misses u all the time…
    he is studying like he never did before in school…
    i believe,someday…
    he and his other siblings will take care of u as best as they can…
    just ave faith in ur children..
    may Allah bless u,Mom…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s