Nikmat di sebalik Sakit.

Assalamualaikum w.b.

g_w3

Alhamdulillah, masih lagi dibangkitkan Allah dari ‘mati kecil’ kita dalam iman dan islam, nikmat terbesar kurniaan Allah setelah diwujudkan kita dari tiada kepada ada.Mengenangkan perihal nikmat Allah yang terlalu banyak untuk kita, yang tak akan mungkin bisa kita membalasnya sampai bila2, terasa begitu hina dan kerdilnya kita sebagai hambaNya, walaupun sudah dilantik sebagai khalifahNya di muka bumi ini. Wujudnya kita dapat mengenal Allah, syukur pada Mu ya tuhan. Iman dan Islam akan dipersoalkan tanggungjawabnya di hadapan Allah kelak, dan hanya dengan rahmat Allah jua, kita mampu menagih keampunan dari segala kedhaifan dan keterlanjuran kita di sisi Allah. Di sisi manusia? Mohonlah semoga kita tidak berlaku zalim sesama sendiri! Mohonlah semoga kita menjadi orang yang sangat2 dikasihiNya sehingga kita bebas dari berlaku zalim pada makhlukNya yang lain. Hanya dengan limpah kurniaNya sahaja, kita beroleh keselamatan, dunia dan akhirat.

Sebagai hamba yang serba lemah, nikmat sihat hanya akan kita rasai bila kita diuji dengan tidak sihat!! Baru berjalan jauh sikit, bila balik, ada je bahagian2 badan yang ‘shut-down’ sekejap, minta direhatkan…lebih2 lagi bila umur sudah menginjak ke remang petang, kalau pun belum senja. Diwaktu sihat kita, betul, kita acap kali mengucapkan ‘alhamdulillah’ atas kesihatan yang diberi, namun ketika tidak sihat itulah, baru benar2 kita merasa betapa nikmatnya sihat…Subhanallah! Sememangnya manusia sebegitu gaya, makanya hidup ini sengaja dijadikan umpama roda, sekali di atas, sekali di bawah, sekali di kanan, sekali di kiri. Sekali kita sihat, sekali kita sakit, maka kita akan menghargai sihat itu lebih lagi. Sekali kita berduit, sekali lagi kita sesak, maka kita hargai senang itu dengan lebih beerti lagi.

Bila sakit, akan terbayang kita pada suasana sihat kita yang membolehkan kita berbuat banyak perkara, asal saja perkara itu yang dibenarkan syara’. Bila sakit, akan terkenang kita pada sedapnya makanan yang kita makan sewaktu sihat, asal saja makanan itu halal. Namun tak kurang juga bila sakit, terbayang kita pada insan2 yang kita kasihi, yang kita harap dapat menemani kita di sisi. Cumanya bila itu tak kesampaian, maka kita berbalik semula kepada dzat yang Maha Agung, yang kita tahu sentiasa ada di sisi kita, asal saja kita ‘seru’ kepadaNya…bukankah itu juga satu nikmat yang tersembunyi disebalik ‘kesaorangan’nya kita? MasyaAllah, berbagai bentuk dan corak tarbiyah yang Allah beri pada kita. tinggal kita saja yang nak peka dan ambil pengajaran darinya.

Terlalu banyak ayat-ayat cinta Allah yang Allah taburkan di atas muka bumi ini untuk hamba2Nya yang berhajat, hanya kita manusia terlalu sibuk dengan dunia sehingga kita lupa untuk ambil pengajaran darinya. Lupa untuk mengutip bukti2 cinta Allah pada kita. Kesibukan kita pada tanggungjawab di dunia, selalu menyebabkan kita lalai dan leka akan keperluan kita untuk menyelami hati dan diri kita, melakukan muhasabah hati dan diri. Sebab tu pentingnya kita menyendiri buat seketika setiap hari, untuk kita lakukan ‘penghisaban’ diri dengan seikhlas2nya. Maka, di kala sakit itu adalah antara masanya yang Allah peruntukkan pada kita untuk duduk diam seketika memikirkan banyak perkara dalam rangka menghisab diri sendiri. Masakan tidak? Di kala sakit, anggota lain sudah tidak mampu aktif seperti biasa, maka berehat sambil berbaring adalah kelazimannya, yang membolehkan kita melakukan muhasabah diri. Memikir dan menangisi dosa sendiri…alhamdulillah! Itulah antara tanda Allah masih menyayangi kita, asal saja kita merasainya.

cari-hati

Lalu, ketika sihat kita tak perlu muhasabah diri? Nah! Dikala sihat, Allah menganjurkan kita duduk sebentar sendirian selepas solat untuk kita hisab diri kita sekurang2nya lima kali sehari. Atau lebih baik lagi, kalau kita bisa bangkit meninggalkan tempat tidur di kala malam yang dingin, untuk kita berduaan dengan Allah yang Maha Melihat lagi Maha Mendengar! Bukankah itu anjuran Allah dalam Al QuranNya? Bukankah itu juga saranan dari Rasulullah saw? Bukan kita tak tahu semua itu, bukan kita tak pernah dengar sebelum ini, cuma kita belum cukup kuat untuk mempraktikkannya? atau kita belum cukup yakin dengan kelebihannya? Kita belum cukup merasa indah akan saat-saat itu untuk kita tekad tidak akan mahu meninggalkannya lagi, semoga Allah beri kita kekuatan.

Dalam ujian tak sihat itu juga membolehkan kita merenung dan mengamati keadaan kita disaat kematian nanti. Bukankah itu juga satu nikmat, di sebalik tidak sihatnya kita? Subhanallah! Allah memang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang pada hamba2Nya, asal saja kita mahu berfikir. Mengenangkan saat kematian diri sendiri adalah satu sunnah yang sepatutnya kita lakukan saban hari. Mengenangkan kematian menyebabkan kita tidak terlalu asyik dengan dunia, tidak mudah tertipu dengan godaan kehidupan yang sementara, tetapi kebergantungan kita pada Allah akan jadi lebih kukuh. Itulah nikmat sebenar kita sebagai hambaNya.

Mudah2an kita sentiasa tergolong dari golongan hamba2Nya yang sentiasa hidup hatinya dan bertaqarrub dengan Allah dikebanyakan masa kita, sentiasa dalam rahmat dan redha Nya, insyaAllah.

Wallahu’alam

One thought on “Nikmat di sebalik Sakit.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s