Masa menginjak Pergi

Melihat gelagat nakal cucu sulung ana Aufa, ketenangan dan kegembiraan anak menantu menghabiskan masa bersama, kematangan anak2 ana sendiri dari yang tua hingga yg paling kecil, semuanya membawa kepada perasaan syukur yg teramat sangat pada Allah yg Maha Memberi. Namun dalam masa yg sama, ana tak dapat lari dari menerima kenyataan betapa masa itu berlalu dengan pantas sekali.


Dari single, ana bersuami. Dari punya seorang anak akhirnya tujuh yg Allah beri, kini ada pulak seorang cucu yg menambah seri hidup kami. Anak2 yg dulu rasanya kecil2 belaka, sibuk ana dengan melayan kerenah2 mereka, kini masing2 sudah boleh berdikari dengan begitu baik sekali. Merenung semua itu, terasa betapa masa telah berlalu meninggalkan kita, dan masa itu tak akan kembali lagi…

Dalam syukur menyaksikan semua yg ada di depan mata, ana tetap sayu bila mengenangkan masih banyak lagi lompong2 yg ana tinggalkan dalam amal ana mendidik mereka yg berupa amanah dari Allah. Berlalunya masa yg pasti tak kan dapat dikembalikan lagi, melihat anak2 sudah menjangkau besar panjang sekarang, zapp, rasa hati….

“Macamana ni? Kalaulah boleh diputarkan kembali masa…”

Wanna turn back the time?

Kalaulah boleh berpatah balik, ana akan buat begini…bukan begitu. Ana akan beri yg ini, bukan yg itu. Ana akan baiki cara ini dengan mengguna cara itu…dan seterusnya. Kalau nak disenaraikan the actual things, the list can go on and on…tak tau bila nak berhenti. My ‘should have’ would be endless, I think!

Terlalu banyak kesilapan yg ana dah lakukan. Bukan nak kata ana menyesal punya anak2 seperti mereka sekarang. Alhamdulillah, mereka semua adalah anak2 yg baik2, anak2 yg mendengar kata. Tiada yg mendatangkan masalah besar pada kami ibu bapa mereka, but I know, things can be better if only I……(blah blah blah)

Menyesal bukan kerana punya anak2 seperti mereka, tapi menyesal kerana kurangnya amal ana di beberapa segi dalam mendidik mereka. Menyesal dahulu pendapatan, menyesal kemudian tiada gunanya. Mungkin ana sepatutnya lebih bertegas dalam certain perkara, lebih bersistematik dan istiqamah dalam beramal dan mendidik.

Namun, apalah gunanya berkalau-kalau dan bermungkin-mungkin sekarang? Ternyata, ana gagal to be the super mom in certain aspects, and there’s nothing I can do now, except apologise to my own kids and of course memohon keampunan dari Allah Yang Maha Pengampun.

So, to my dearest anak2, mak nak minta maaf atas apa jua salah silap dan kekurangan mak selama membesarkan kalian. I know, some might say, peliknya nak emo kat alam maya ni pulak dgn anak2 sendiri…but to me, menulis adalah lebih baik dari berkata2, sebab I can just go silent, dalam menahan sebak….itulah ana! Besides, apa salahnya seorang mak memohon maaf pada anak2? Kita kan manusia biasa, pasti banyak salah silap kita, even to our own kids, especially to our own kids. Bila mana kita ada authority atas mereka, most of the times maybe, we tend to go beyond the line, if you know what I mean, Gomen neh, antatachi……

Furthermore, kalau kita openly tulis macam ni, hopefully ianya akan membawa kebaikan kepada ramai lagi yg membaca. Ana cuma nak berkongsi. Ana pasti, ramai para ibu yg sama macam ana…dulu, ilmu kita tak banyak mana. Kesabaran juga di tahap paling minima mungkin, pengalaman apa tah lagi. Keadaan dan suasana yg menuntut keperluan survival waktu itu, sangat banyak mempengaruhi tingkah laku kita. Thus, when we look back, semestinya ada je rasa terkilannya…We all intend to belajar selagi hayat masih ada, so ilmu pun bertambah. maka bertambahlah lagi guilt dalam dada.

Doa dan harapan mak to all  my wonderful children, dengan ilmu yg you all dapat sekarang, learn from my mistakes and be a better mom/parent, a better wife/partner, a better person. Do not repeat my misdeeds. Semoga Allah himpunkan kita bersama-sama dalam JannahNya di akhirat nanti. Ameen.

6 thoughts on “Masa menginjak Pergi

  1. dari jauh bibah dapat rasakan anak-anak amat menyanjung dan menyayangi meen sebagai ‘supermom’, always there when needed dan amat terasa semasa ketiadaannya. Semoga Allah merahmati dan meredhai segala usaha dan kasih sayang yang dicurahkan, ameen!

  2. for us,u r already ‘the amazing mom…the best in the world’..patutnya ktrg yg minta maaf drpd mak..minta maaf ye…n thanks 4 everything..

  3. isk3…kami yg patutnye mtk maaf dri mak…it was not you who failed to put better examples for us but we are the ones who failed to follow your guidance…kami sebenarnya sangat2 menyanjungi mak, and adam yakin abg kngh n adik2 yg len sumenye rase mcm tu…we’re truly sorry mom ='(

  4. U are already as nearest to a perfect mother as anyone could be. Tengokkan Aufa, Aja and me always have the thoughts like ‘boleh ke kami ni nak jadi parents mcm mak n abah’, ‘jangan la Aufa jadi mcm kami ni ha’ and ‘kan bagus kalau mak n abah leh tlg bela Aufa bcoz we know how good u guys are in raising kids (hehe)’ n macam2 lagi. Please don’t beat yourself up, as pride and joy are what you should feel raising us through all these years, you did great. Maaf byk2 if we are not quite there in meeting ur expectation, just know that we are trying everyday. Love you so much.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s