Hati, Ramadhan dan Taqwa

Ramadhan datang lagi, dan syukur sangat2 kerana kita masih bernafas untuk berusaha merebut segala kebaikan yg Allah janji di bulan penuh berkat ini. Pernah tak kita renung, kalau diri kita seperti mereka2 yg telah pergi? Tahu kah mereka, Ramadhan sebelum itu adalah Ramadhan terakhir mereka? Pasti tak tahu kan? Agak2nya, bagaimana perasaan mereka? Apa yg ingin diucapkan pada kita yg masih bernyawa ni? Mau menjeritkah mereka untuk mengingatkan kita supaya gagah berusaha dan berlumba? Menangis kah mereka melihat kita yg masih lalai dan leka?

Alhamdulillah, kita masih dikurniakan nikmat berupaya menikmati bulan yg mulia ini. Tapi di mana jaminan kita bahwa kita akan dapat melaksanakannya cukup sebulan? Ya Allah….kerdilnya hamba2Mu ini ya Allah. Bila2 masa saja kita boleh dijemput kembali ke pangkuanNya. Hilanglah upaya kita untuk merebut pahala yg dilipat gandakan. So, what is there that we have? Kita tak tau apa yg akan berlaku, kita tiada jaminan dapat melaksanakan sehingga ke akhirnya…sebab kita hanya hamba! Maka berlagaklah seperti seorang hamba…

Posisi yg paling menterjemahkan maksud kehambaan


Apa yg kita ada, adalah waktu sekarang ni. Yg silam telah berlalu dan terlepas. Yg akan datang tiada kepastian lagi, yg ada adalah sekarang untuk kita berusaha dan perbaiki diri, perbaiki hati, raja diri kita. Pergunakan ‘sekarang’ yg ada dengan penuh ikhlas, munajat pada Allah dengan penuh tawadhuk. Bersyukur kepadaNya dengan penuh rasa hina, mohon agar kita sentiasa dalam pimpinan dan bimbinganNya.
Siapalah kita tanpa Dia?

Bulan Ramadhan dengan segala kebaikan dan keberkatannya. InsyaAllah, peringatan demi peringatan telah kita perolehi. Tazkirah demi tazkirah, fadhilah demi fadhilah telah kita dengar, di tempat kerja, di sekolah, diradio, diTV, apatah lagi di surau dan di masjid, di mana2 perkumpulan yg kita hadiri. Syukur alhamdulillah…berlaku sedikit sebanyak perubahan disekeliling kita. Soalnya sekarang, apa tindakan kita dengan semua peringatan tersebut? Apa usaha kita? Telah benar2 berusahakah kita untuk memperolehi ‘puasa yg sempurna’? Ya Allah, semuanya soal hati kita!!

Ada kalanya hati kita tersentuh dengan satu peringatan tertentu, bergetar dan terasa ‘hidup’nya hati. Ada kalanya terus berlalu sepi, tak singgah ke hati kita, lalu tiada sebarang kesan pun yg berbekas. Kenapa ye? Betapa kecilnya kita….segala2nya bergantung pada hati kita, sejauh mana pergantungan hati kita dengan Allah. Bayangkan, Rasulullah saw sempat beristigfar mengingati Allah sekurang2nya 100 kali pada setiap pertemuan Baginda dengan para sahabat, begitulah sepatutnya kita, sentiasa tertaut hati kita mengingati Allah sepanjang masa. Kita akan leka bila hati mula lalai, lalu tidak akan ada sentuhan dan getaran. Tapi kalau hati kita selalu berbicara dengan Allah, hati mudah tersentuh dan bergetar, seperti dalam surah Al Anfal:2…. sedarlah, semuanya soal hati!

Bila ‘raja’ sihat, lalu bergetar dengan sentuhan Illahi, kita akan kuat memaksa diri untuk merebut sebanyak mungkin kebaikan yg Allah janjikan dibulan Ramadhan ini. Rakyat jelata pasti mengikut perintah rajanya. Maka mulakanlah dengan menyucikan hati, agar ia hidup dan bergetar lalu memberi momentum untuk kita melipat gandakan amalan. Lakukanlah penyucian jiwa setiap hari dengan memperbanyakkan zikrullah melalui wirid dan doa serta tilawatul Quran. Memuhasabah diri, memohon pada Illahi dengan munajat yg sungguh2, supaya Allah tidak meminggir kita, tidak meninggalkan kita dengan nasib kita sendiri.

Bulan yg mana Allah perintahkan kita berpuasa dengan sebaik mungkin sehingga kita dapat mencapai level puasa yg sempurna, bukan puasa biasa-biasa, bukan puasa awam, malah kalau boleh, bukan jugak puasa khusus, tapi target kita adalah puasa sempurna, khusus al khusus. Kenapa? Sebab Allah janji, diakhir madrasah itu nanti, certificate yg akan dianugerahkan adalah TAQWA. Bukankah itulah juga yg akan Allah pandang dan nilai diri kita?

“Sesungguhnya mereka yg terbaik di sisi Allah, adalah mereka yg paling bertaqwa” (Al Hujurat :13)

“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada tubuh badan mu, dan tidak kepada rupa paras mu tetapi Ia melihat kepada hati mu” (Riwayat Muslim)

Oleh itu, ana seru diri ana terlebih dahulu, dan rakan2 pembaca sekelian, gunakanlah waktu sekarang yg masih menjadi milik kita untuk kita ikhlaskan hati, memohon kepada Allah yg Maha Pengasih lagi Maha Penyayang agar diberi kekuatan untuk menggandakan amalan demi mencari redhaNya. Mohon kepada Allah agar kita berupaya menjadikan Ramadhan kali ini sebagai Ramadhan yg terbaik setakat ini. Tidak ada daya dan upaya kita melainkan dengan izin Allah jua. So, jangan jadi ‘sombong’ untuk berdoa, jangan jadi sombong untuk meminta, berlagaklah kita sebagai seorang hamba, pasti kita akan dikasihi Tuan yg Maha Sempurna. Mudah2an pohon taqwa kita merimbun dengan limpah dari rahmatNya untuk membekali kita di setahun yang mendatang.klik sini

Berlaku ikhlaslah...

One thought on “Hati, Ramadhan dan Taqwa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s