Mahligai Ber-ViSi

Alam rumahtangga penuh dengan pahit manisnya. Di awal2 usia ‘masjid’ yang dibina, penuh dengan gelak tawa, lirik senyum dan gurau senda. Semuanya terasa indah belaka. Dunia bagai mereka yang punya. Ungkapan, ‘berkahwin itu melengkapkan sebahagian dari agama’, benar2 terasa dijiwa…seolah2nya, tiada lagi yg perlu dirisaukan. Sudah lengkap satu kehidupan, bersama dia yang tersayang.

Kalau bagi pasangan yang disusun atur oleh pihak ketiga, saat2 ini lebih lagi terasa indahnya. Mungkin juga masing2 mau memberi yang terbaik, masing2 mau berperanan se ideal mungkin, sehinggakan the true colors of each other, belum tersembul keluar menyerlahkan diri yang sebenar. Ye lah, masing2 masih berlakon, demi untuk menyesuaikan diri dengan pasangan, enggan dianggap punya kecacatan langsung.


Namun, realitinya, hidup tidak selalu indah. Panas tidak selalu hingga ke petang.Ada kalanya, pasti hujan di tengahari… Selalu kita diingatkan oleh yang lebih berpengalaman, atau motivator kekeluargaan, bahwa hidup berumahtangga memerlukan pada pakatan yang baik oleh kedua suami dan isteri. ‘Berpakat lah elok-elok, jangan pentingkan diri sendiri saja.’

Pernah atau tidak terfikir di hati kita, apa maksud sebenar, ‘berpakatlah elok-elok’ tu?

Duduk berbincang, mencapai kata sepakat, berunding dan bemusyawarah….itulah jalannya untuk sampai kepada satu titik sepakat, sebelum sesuatu keputusan nak diambil. Nah, inilah maksudnya berpakat kan? Selagi belum tercapai satu titik persetujuan antara keduanya, teruskan berbincang dan berunding, sehingga masing2 lega dan rela dengan keputusan yg disepakati. Harmoninya rumahtangga, kalau ini dapat sentiasa direalisasikan.

Fokuskan lagi minda dan hati kita….halusi maksud sebenar sepakat tu? Kita akan sampai kepada satu kesimpulan, bahwa sebelum dapat tercapainya kata sepakat dalam banyak hal-hal yg lain, seharusnyalah kita sepakat menetapkan dulu visi rumahtangga kita. Kalau Malaysia sebagai sebuah negara, di era PM Najib sekarang, visi nya adalah 1Malaysia, dan dalam jabatan kerajaan itu sendiri punya visinya yang khas,ingin Menjadi Jabatan yang unggul dalam mempertingkatkan kesedaran, kefahaman dan keyakinan rakyat terhadap Kerajaan melalui gagasan 1Malaysia berteraskan prinsip Rukun Negara. Itulah visinya. Malah setiap organisasi dan institusi, masing2 punyi visi yang tersendiri, setiap rumahtangga juga berhak dan sepatutnya ada visi masing2 yang sedari awal perlu disepakati dan ditetapkan oleh ahlinya.

Menetapkan visi satu-satu perkahwinan, dalam usaha membangunkan sebuah rumahtangga, samada rumahtangga biasa biasa atau yang luar biasa, rumahtangga dakwah atau tidak, terserah pada pasangan suami dan isteri. Buatlah keputusan berpandukan matlamat mencari redha Illahi. Yang pasti, se awal saat selesai diijab kabulkan, bila pengantin dibiar berduaan, bersama Sang Pencipta dengan solat sunat dan sujud syukurnya, penetapan visi itu perlu diambil kira oleh kedua duanya juga. Pakat bersama, ke mana sebenarnya nak dibawa, nak dihala tujukan mahligai yg baru terbina. Berjanji untuk seiya sekata dalam melayari bahtera dengan memperjuangkan visi yang telah sama sama disepakati. Menetapkan visi, beerti kita merancang dan merencana. Menetapkan visi beerti kita hidup dengan agenda.

Gagal merancang dan merencana, beerti kita merancang untuk gagal.

Pernah dengar ungkapan tu kan?

Memang tepat sekali, merancang dan merencana sangat diperlukan dalam melaksanakan sesuatu kerja. Melakukan apa jua tanpa rencana dan perancangan, istilahnya, ‘buat ikut dan’ aje, akan menyebabkan kita lelah ditengah jalan, kerana kita mudah hilang fokus dan penumpuan. Mudah give up dan menyerah kalah, kerana kita lost dalam ‘perjalanan’ kita sendiri. Hilang hala tuju, hilang arah panduan dan kita terkapai-kapai tanpa objektif dan tujuan.

Visi adalah satu elemen yang sangat2 penting dalam kehidupan kita sebagai manusia yg sedang dalam perjalanan menuju ke kehidupan yg kekal abadi, di akhirat sana. Dalam setiap tindak tanduk dan gerak kerja kita, perlu ada visi. Tetapkan visi kita, lalu rancanglah misi utk mencapai visi yg diidamkan.

Setiap kita, perlu ada visi peribadi kita sendiri. Masa depan yg bagaimana yg kita impikan? Jenis manusia yg bagaimana yg kita harapkan sebelum usia zamani kita tamat? Kehidupan yg bagaimana yg kita dambakan selagi hayat dikandung badan? Dan pastinya, bagaimanakah kesudahan yg kita harapkan, sebelum kita berpindah kehidupan? Dari yg fana kepada yg kekal…..

Dalam kita bekerja atau berorganisasi juga, pastinya terpapar visi dan misi institusi dan organisasi kita, untuk mengingatkan kita selalu, ke mana hala tuju yang nak kita bawa? Apakah jenis kaki tangan, pekerja dan ahli yg kita impikan dalam institusi dan organisasi kita? Apakah produk yg ingin kita hasilkan? Visi yg bagaimana yg terbayang di hati dan minda kita, bila institusi tempat kerja atau apa jua organisasi yg kita ceburi, disebut sebut dan diperkatakan?

Kalau peribadi, harus ada visi. Tempat kerja maupun organisasi jugak punya visi dalam membuat penalaan hala tuju kerja dan organisasi, maka, rumahtangga jugak tidak kurang pentingnya sebagai satu institusi yang perlu pada visi yg terang dan jelas.

Penetapan visi oleh kedua dua nakhoda dan pembantunya, disaat saat yg penuh indah dan bersejarah itu, akan melekat lebih kukuh dalam hati dan sanubari masing2. Lalu, selang beberapa waktu, luangkan masa untuk merancang misi yg bakal dilakukan bersama dalam usaha menuju visi yg siap dilakarkan. Segarkan semula sesama suami dan isteri, akan visi dan misi yg telah sama disepakati, di sela sela waktu mendatang, untuk memastikan kita tidak tersasar dari landasannya. Muhasabah semula hala tuju bahtera rumahtangga kita, setelah sekian lama. Kalau masih dilandasannya, alhamdulillah…perbetulkan semula niat, moga Allah terus bersama kita. Kalau sudah mula tersasar, kembali dan perbetulkan semula hala tuju, lalu bergeraklah semula dengan niat yg ikhlas, mudah2an Allah menunjuki kita jalanNya.

Sesungguhnya, visi itu umpama cahaya terang di hujung jalan yg akan memandu kita sampai kepada destinasi yg telah sama sama kita tetapkan sedari awal lagi. Selagi kita berpaut pada visi tersebut, dan berusaha untuk menuju ke arahnya dengan segala misi yang dirancang, insyaAllah, kita bisa kuat dan redha dengan ujian ujian yang Allah sediakan disepanjang jalan. Kerana kita tahu, ujian itu berupa kasih sayang Allah untuk kita meneliti semula hasil kerja kita selama ini dalam menuju visi yang ada di hadapan. Mohonlah kepada Allah dalam membuat penetapan visi yg benar. Mudah mudahan visi yang kita tetapkan itu akan membawa kita sama sama berbahagia hingga ke syurga, semoga kita sentiasa dalam taufiq dan hidayahNya.

HIDUP TANPA VISI, BEERTI HIDUP TANPA TUJUAN, DAN ITU MEMBAHAYAKAN….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s